teras depan

Showing posts with label journey. Show all posts
Showing posts with label journey. Show all posts

Wednesday, January 16, 2013

sate languan, santap siang ditengah perjalanan....


setelah santai sejenak di taman ujung, dalam perjalanan kami ke tirta gangga...akibat lapar yang tertahan. kami berhenti di sudut pasar kecil daerah padangkerta msih di wilayah karang asem sepertinya. kami akhirnya santap siang dengan seporsi sajian ikan laut. 






Sate languan, begitu kata salah satu kawan bilang. awal nya saya pikir sate languan adalah sate ikan yang ditusuk teman dari sate lilit, dan saya keliru. setelah cari tahu

Thursday, April 26, 2012

Kunjungan Tengah Malam di Rumah IVAA

Sebenarnya jumat malam  itu (6 April 26, 2012 ) kawan saya Errik baru saja mendarat di Adisucipto dari Ngurah Rai, dan kawan saya satu lagi bung Muh Darman juga sudah tiba dari Solo. Maam itu kami akhirnya bertemu dan berkumpul di  Jogja, dalam rangka berptualang dan mengunjungi kegiatan “Merajut Bambu Seribu Candi” di Borobudur.

Ide awalnya kami mau keliling Solo dan Jogja dulu sebelum menuju workshop bamboo di Borobudur. Dan saya kedapatan sebagai tuan rumah di Jogja, jadilah mereka bermalam di rumah sederhana saya di Maguwoharjo.
Saya yakin kawan-kawan saya sudah lelah karena perjalanan mereka dan waktupun sudah cukup malam, namun Errik dengan bersemangatnya memberitahukan bahwa ada acara diskusi menarik mengenai seni rupa di IVAA (Indonesian Visual Art Archive). Dan segeralah errik menguhubungi mas Yoshi Fajar Kresno Murti  (coordinator of research and program development di IVAA), tapi sayang Errik ternayata lupa minta nomor telepon genggam mas Yoshi ( kami sempat berjumpa dengan mas Yoshi di Bali lebih tepatnya di taman65 saat peluncuruan buku “REKA ALAM”Praktik SeniVisual dan Isu Lingkungan di Indonesia (Dari Mooi Indie HinggaReformasi) Setelah berhasil konfirmasi dengan mas Yoshi, berkat jaringan luas Darman. Setelah mantap dengan langkah selanjutnya maka obrolan diteruskan di rumah saya sembari mnaruh barang bawaan dan santap malam di rumah.

Thursday, November 10, 2011

Pria Berkaloeng Soerdjan..




"mas, kok seneng pake baju lurik sih?" begitu celetuk tanya seorang kawan di sebuah pertemuan. hmm knapa ya? mungkin karena unik dan saya pikir ini adalah satu bentuk apresiasi pribadi saya pada budaya indonesia terutama Jawa (Jogja adalah kota yang membesarkan saya), sekaligus sebagai ungkapan identitas budaya. 

kalo pakaian menjadi sebuah ungkapan identitas, lalu kenapa bukan batik? bukankah batik adalah pakaian nasioal dan sudah terkenal sebagai identitas bangsa. pertanyaan itu meluncur setelah pertanyaan pertama belum selesai dijawab. hmmmm benar juga ya, kenapa bukan batik yang saya pilih untuk saya kenakan. Tapi kalau saya pikir-pikir lagi, batik sudah banyak yang pakai dan khasanah budaya kita tidak cuma batik dan saya pikir perlu juga untuk mengkampanyekan "fashion'' tradisional yang lain. Dan hati ini tertambat pada surjan lurik, karena saya cukup dekat dengan budaya jawa-jogja walau orang tua saya dayak dan sunda. selain itu surjan lurik sangat nyaman dan ringkas, kadan saya pakai sebagai jaket dan seringnya saya menjadikan sebagai syal.

Saturday, July 2, 2011

berbagi di bawah naungan pohon...


Sepiring penne carbonara menemani perbincangan hangat diruang makan popo danes architect t. Sesekali melihat ke halaman tengah, khawatir kalau saja akan turun hujan. Ya…hari itu saya mendapat sebuah kesempatan yang sangat berharga, untuk berbagi pnegalaman di di acara bulanan di danes veranda yaitu architecture underbig3 architectsunderbig3.….. sebuah kehormatan besar mengingat belumlah menjadi arsitek yang bisa diperkitungkan ( saya masih dan terus berusahan mencapainya) , dan ini adalah Bali pulau dimana banyak sekali calon arsitek sanpai arsitek tersohor berkarya …….